Portalkripto.com — Bitcoin berhasil menciptakan harga tertinggi sepanjang masa (ATH) pada November 2021 di level $69.000. Hal tersebut menjadi awal dari musim dingin kripto saat ini.
Laju bullish Bitcoin berbalik arah menjadi turun setelah mencapai titik ATH. Fase pertama dalam penurunan Bitcoin pada winter saat ini terjadi pada periode November 2021 hingga Januari 2022.
Harga Bitcoin menukik tajam (dump), turun sebesar 50,83%, dari level $69.000, turun hingga menyentuh level $32.933. Penurunan harga tersebut tertahan neckline area sebagai support kuat, yang sebelumnya berhasil menahan penurunan harga Bitcoin pada periode Mei-Juli 2021.
Area support tersebut berhasil memberikan perlawanan terhadap laju bearish Bitcoin. Harga Bitcoin kembali pullback dan bergerak naik.
Kenaikan harga Bitcoin tersebut berlangsung pada periode Januari-Maret 2022. Harga Bitcoin mencatatkan kenaikan sebesar 44,6%, dari level $32.933, hingga menyentuh puncaknya pada level $48.240.
Periode naiknya harga Bitcoin tersebut merupakan koreksi terhadap musim dingin yang sedang berlangsung.

BTC/USD weekly chart Coinbase. Source: TradingView. By: Arli Fauzi
Pergerakan harga Bitcoin kembali turun, setelah laju pullback menemukan puncak naiknya di level $48.240. Penurunan harga Bitcoin kali ini kembali menyentuh neckline area sebagai support kuat pada Mei 2022.
Sayangnya, neckline area tersebut tidak berhasil menahan laju penurunan harga Bitcoin saat itu. Pergerakan harga Bitcoin berhasil breakdown support solidnya pada Juni 2022 dan menjadi pemicu penurunan lebih dalam.
Penurunan harga pada periode Maret-Juni 2022 menjadi fase kedua pada musim dingin saat ini. Harga Bitcoin anjlok sebesar 62,53%, dari level $48.240, turun hingga menemukan lantai penurunan pada level $17.567.
Harga Bitcoin kembali pullback, bergerak naik setelah menemukan lantai dari penurunan-nya. Bitcoin mencatatkan kenaikan sebesar 40,3% pada periode Juni-Agustus 2022, dari level $17.567, hingga menyentuh puncaknya di level $25.214.
Periode tersebut menjadi fase koreksi kedua terhadap crypto winter.
Harga terendah pada penutupan kandil bulan Juni di level $17.567 menjadi major support sementara Bitcoin yang bertahan selama 147 hari, sebelum titik tersebut berhasil ditembus pada 8 November 2022 dan dikonfirmasi pada penutupan kandil harian 9 November 2022.
Harga terendah pada penutupan kandil harian 9 November di level $15.891 menjadi major support baru pada musim dingin kripto saat ini.
Nilai Bitcoin mengalami penurunan sebesar 77,52% setelah berhasil menciptakan harga tertinggi sepanjang masa (ATH) pada November 2021, hingga 9 November 2022.
Breakdown major support pada musim dingin kripto saat ini menjadi pemicu yang kuat untuk penurunan lebih dalam. Kemungkinan penurunan harga Bitcoin akan mencapai level $12.556, sebelum kembali bergerak naik.
Korelasi Terhadap Musim Dingin 2018
Musim dingin yang terjadi pada tahun 2018 berlangsung selama 364 hari. Bitcoin mengalami penurunan harga setelah menciptakan harga tertinggi pada Desember 2017 di level $19.891.
Penurunan harga tersebut berhasil menemukan lantai penurunan-nya pada Desember 2018 di level $3.128. Harga Bitcoin turun 84,27% pada musim dingin 2018, periode Desember 2017 hingga Desember 2018.
Musim dingin saat ini, genap berlangsung 364 hari, dan sudah berlangsung pada periode November 2021 hingga November 2022. Apabila berkaca pada musim dingin 2018, kemungkinan penurunan harga saat ini sudah mendekati harga terendah sebagai lantai penurunan pada musim dingin yang berawal pada akhir 2021.


