Portalkripto.com — Founder blockchain TRON, Justin Sun, meramaikan drama keruntuhan FTX dengan mengatakan bahwa ia tengah mencari “solusi bersama” untuk krisis FTX. Sayangnya, Sun, tidak membeberkan secara detail tentang rencana solusi yang dia tawarkan.
Klaim Sun ini diungkap lewat unggahan utas pendek di Twitter pribadinya pada 10 November 2022. Tweet tersebut juga diretweet oleh Bos FTX, Sam Bankman-Fried yang sedang dalam kondisi terpojok.
Further to my announcement to stand behind all Tron token (#TRX, #BTT, #JST, #SUN, #HT) holders on #FTX, we are putting together a solution together with #FTX to initiate a pathway forward. @FTX_Official
— H.E. Justin Sun🌞🇬🇩🇩🇲🔥 (@justinsuntron) November 10, 2022
Sun menyiratkan bahwa dirinya akan menyelamatkan sekelompok investor pemegang token terkait TRON (TRX, BTT, JST, SUN, HT) yang kehilangan dana di exchange FTX akibat aksi dumping massal.
Dalam utas itu, dia menambahkan bahwa TRON dan FTX bekerja sama untuk “memulai jalan ke depan.” Sun juga mengaku bahwa ia dan timnya mengeksplorasi solusi yang berbeda untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
“Kegentingan likuiditas yang sedang berlangsung, meskipun bersifat jangka pendek, berbahaya bagi perkembangan industri dan investor. Tim saya telah bekerja sepanjang waktu untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Saya memiliki keyakinan bahwa situasinya dapat dikelola dengan mengikuti pendekatan holistik bersama dengan mitra kami. Pantau terus.” demikian Sun.
Tak diketahui secara pasti apakah Sun benar-benar memiliki rencana ‘solusi bersama’ yang matang, ataukah cuitan tersebut sekadar upaya cari panggung di tengah arus kepanikan pasar.
Pada saat penulisan harga TRON turun 8,22% dalam 24 jam terakhir menjadi $0,05622 menurut Coinmarketcap.

FTX Rayu Investor Suntik Dana
FTX mengharapkan uluran tangan dari investor untuk menutupi kerugian akibat parade dumping yang dipicu aksi jual FTT oleh Binance. Harapan ini semakin menguat setelah FTX batal diakuisisi Binance.
Dalam laporan Wall Street Journal, CEO FTX, pada 9 November 2022, Sam Bankman-Fried (SBF) disebut telah memberi tahu investor bahwa FTX membutuhkan $8 miliar atau setara Rp125 triliun dalam upaya pendanaan darurat.
Dana ratusan triliun itu bakal digunakan untuk menutupi kerugian akibat penarikan besar-besaran di exchange FTX dalam beberapa hari terakhir.
Laporan dari Reuters pada 8 November menunjukkan bahwa FTX mengalami penarikan sekitar $6 miliar dalam 72 jam menjelang 8 November.
SBF dilaporkan sedang mencari tambahan dana antara $3 miliar hingga $4 miliar untuk memperkuat ekuitas dan berupaya mencari tambahan utang untuk menutupi kekurangan.
Tak hanya mengandalkan uluran tangan, SBF juga dilaporkan mengatakan bahwa ia akan menggunakan kekayaan pribadinya untuk menutupi kesulitan dana FTX.
Dia juga dilaporkan menyatakan bahwa FTX tidak dapat menyelesaikan seluruh proses penarikan dana di bursa lantaran aset yang jadi jaminan perusahaan mengalami penurunan nilai dan tidak dapat dilikuidasi.
Indikasi devaluasi aset dan krisis likuiditas ini terlihat dalam pengumuman pada web FTX. Pada 9 November, situs web FTX memasang banner baru yang menyatakan bahwa bursa tidak lagi dapat melayani penarikan dari pelanggan.
“FTX saat ini tidak dapat memproses penarikan. Kami sangat menyarankan untuk tidak melakukan penyetoran.”

Tangkapan layar FTX.com
Potensi Bangkrut
SBF telah memperingatkan kepada investor bahwa tanpa suntikan uang tunai, FTX perlu mengajukan kebangkrutan. SBF telah melobi para investor sebelum rencana akuisisi oleh Binance mengemuka. Belakangan, Binance membatalkan rencana akuisisi atas FTX.
Binance mengungkapkan, batalnya akuisisi berkaitan dengan hasil uji tuntas yang telah dilakukan perusahaannya. Namun, hal itu tidak dijabarkan dengan jelas oleh Binance.
Diduga Binance mempertimbangkan status FTX yang saat ini tengah berada dalam penyelidikan Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Bloomberg melaporkan penyelidikan itu terkait dugaan salah penanganan dana pelanggan yang dilakukan FTX sehingga menyebabkan exchange itu mengalami krisis likuiditas.
As a result of corporate due diligence, as well as the latest news reports regarding mishandled customer funds and alleged US agency investigations, we have decided that we will not pursue the potential acquisition of https://t.co/FQ3MIG381f.
— Binance (@binance) November 9, 2022
Upaya bujuk rayu SBF terhadap para investor juga agaknya tak berjalan sesuai harapan. Dalam sebuah surat, Sequoia Capital yang merupakan salah satu perusahaan modal ventura terbesar FTX, mengatakan bahwa mereka telah menurunkan nilai semua portofolio investasinya di FTX menjadi nol.
“Berdasarkan pemahaman kami saat ini, kami menandai investasi kami turun menjadi $0,” kata perusahaan yang berbasis di Silicon Valley itu, 10 November 2022.
Here is the note we sent to our LPs in GGFIII regarding FTX. pic.twitter.com/Cgp1Yxk1pz
— Sequoia Capital (@sequoia) November 10, 2022
Secara total, Sequoia mengalami kerugian $213,5 juta. Sequoia mengatakan telah menginvestasikan $150 juta ke FTX.com dan FTX.us serta $63,5 juta kepada bursa dan divisi FTX AS.
Selain Sequoia, beberapa perusahaan besar lain yang menjadi investor FTX antara lain Softbank, Temasek Holdings, Rencana Pensiun Guru Ontario, Race Capital, dan Lightspeed Venture Partners.


