Binance vs FTX Berlanjut, Token FTT Anjlok 20% dalam 30 Menit

Share :

Portalkripto.com — Token asli FTX, FTT, anjlok hingga 20% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan di harga $17,89, menurut CoinGecko. FTT tergelincir secara tiba-tiba pada Selasa, 8 November 2022, pukul 10.00 WIB dari $21,9 menjadi $17,82.

Pergerakan harga token FTT dalam 24 jam terakhir (sumber: CoinGecko)

Stablecoin reserve di exchange FTX juga turun hingga 95%. Per 7 November 2022, FTX hanya memegang stablecoin berpasak dolar AS senilai $26.141 juta, terendah di sepanjang tahun ini.

Stablecoin reserves menurun di exchange FTX (sumber: CryptoQuant)

Guncangan yang dialami FTX dan token FTT diduga masih dipicu oleh kisruh Binance vs FTX. Token FTT bahkan dalam sepekan ini sudah turun lebih dari 34% setelah sempat diperdagangkan di harga $26 pada akhir Oktober lalu.

SBF Sebut Ada Kompetitor Sebar Rumor Palsu

Pendiri dan CEO exchange kripto FTX, Sam Bankman-Fried (SBF), mengatakan, ada seorang kompetitor yang berusaha menjatuhkan perusahaannya dengan menyebarkan rumor palsu. Tidak jelas siapa kompetitor yang ia maksud dalam cuitannya yang ditulis pada Senin, 7 November 2022, itu.

Namun, pernyataan tersebut ia sampaikan setelah pada Minggu, 6 November 2022, CEO Binance Changpeng Zhao atau CZ mengumumkan akan melikuidasi semua kepemilikan token asli FTX, FTT, dari neracanya.

Pengumuman mengejutkan CZ ini diduga imbas dari bocornya neraca keuangan Alameda Research, perusahaan trading milik SBF. Alameda ternyata memegang aset token FTT lebih besar daripada aset lain seperti mata uang fiat.

Eksposur yang dinilai sangat tidak likuid itu membuat pemegang FTT khawatir Alameda bisa hancur seperti Terra pada Mei lalu.

Meluruskan masalah tersebut, SBF menegaskan bahwa semua aset perusahaannya dalam kondisi baik. Artinya, FTX memiliki cukup dana untuk menjamin simpanan klien dan tidak menginvestasikan aset klien.

Meski tak menuding apapun pada CZ, di akhir cuitannya, SBF menyebut nama pendiri Binance tersebut dan mengajaknya bekerja sama untuk mengembangkan ekosistem. Hal ini menunjukkan SBF menyadari penuh kisruh yang terjadi sebagian besar merupakan andil dari keputusan Binance untuk melikuidasi kepemilikan token FTT-nya.

Menurut data Etherscan, pada Sabtu, 5 November 2022, sebanyak 22.999.999 token FTT senilai $584 juta (Rp9 triliun) telah ditransfer dari sebuah wallet ke exchange Binance. Jumlah itu setara dengan 17% dari total pasokan FTT. Tak lama, CZ mengonfirmasi bahwa dana yang ditransfer itu adalah aksi likuidasi Binance.

Chief Customer Service Officer Binance Yi He mengatakan, penjualan token FTT bukan untuk menabuh genderang perang terhadap FTX.

“Poin utama yang ingin kami tekankan adalah, keputusan untuk menyimpan atau menjual sebuah token bergantung pada penilaian risikonya. Keputusan kami untuk menjual FTT adalah murni terkait investasi, bukan untuk ‘perang’ dan kami tidak tertarik terlibat dalam drama,” ujar Yi He di Twitter.

Berawal dari Bocornya Neraca Keuangan Alameda Research

FTX dan Alameda Research merupakan perusahaan kakak beradik yang sama-sama didirikan oleh miliarder Sam Bankman-Friend. Keduanya memiliki fokus bisnis yang berbeda. FTX adalah exchange, sementara Alameda adalah perusahaan trading.

Meski beroperasi secara terpisah, ternyata keduanya memiliki ikatan yang cukup erat. Hal ini terlihat dalam neraca keuangan kuartal kedua 2022 Alameda yang dibocorkan Coindesk pada Kamis, 3 November 2022.

Menurut laporan Coindesk, per 30 Juni 2022, Alameda memiliki aset senilai $14,6 miliar. Namun, mayoritas aset yang dimiliki Alameda adalah token FTT yang dikeluarkan FTX. Sementara jumlah aset dalam bentuk fiat atau kripto lainnya hanya sedikit.

Sebanyak $3,66 miliar dari total aset itu berupa unlocked FTT, sementara $2,16 miliar di antaranya berupa FTT colateral. Dalam neraca keuangan itu juga tercatat Alameda memiliki utang sebesar $8 miliar, yang $,2,2 miliar di antaranya menjadikan FTT sebagai jaminan.

Aset penting lainnya yang dimiliki Alameda adalah sejumlah kripto senilai $3,37 miliar, token SOL Solana senilai $292 juta dengan status unlocked, dan token SOL senilai $863 juta dengan status locked, serta SOL collateral senilai $41 juta.

Dan terakhir, Alameda juga dilaporkan memegang uang fiat senilai $134 juta dan investasi setara sekuritas ekuitas senilai $2 miliar.

Besarnya kepemilikan FTT dalam neraca keuangan Alameda, hingga sepertiga dari total asetnya, mengingatkan pada stablecoin Terra USD (UST) yang berpasak dengan LUNA. Saat UST hancur, LUNA ikut ambruk hampir menyentuh nol.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.