Pendapatan Iklannya Turun, Google Salahkan Crypto Winter

Share :

Portalkripto.com — Perusahaan dan investor di sektor aset digital bukan satu-satunya yang paling terdampak akibat winter crypto yang sudah berlangsung sejak awal tahun. Tapi mesin peramban raksasa Google pun merasakan hal yang sama.

Chief Business Officer Google, Philipp Schindler, mengatakan bahwa perlambatan pengeluaran iklan salah satunya yang dilakukan oleh perusahaan kripto membuat pemasukannya berkurang.

Hal itu ia sampaikan dalam laporan pendapatan kuartal ketiga Alphabet pada Selasa, 25 Oktober 2022. Dia mengatakan bahwa ada beberapa perusahaan yang enggan mengeluarkan atau mengurangi budget untuk belanja iklannya di beberapa kategori tertentu pada masa musim dingin kripto ini.

Schindler menyebut kategori tersebut antara lain asuransi, pinjaman, hipotek, dan kripto. Dia tidak merinci subkategori kripto mana yang berkontribusi pada penurunan tersebut.

Penurunan tersebut membuat Google mengalami periode pertumbuhan iklan terlemah sejak 2013. Pendapatan iklan Google dari YouTube turun 2% menjadi $7,1 miliar. Sementara pendapatan dari iklan pencarian Google hanya naik 4,2% menjadi $39,5 miliar.

Selain karena crypto winter, kenaikan suku bunga dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan karena ekonomi global masih dihantui pandemi dan perang Rusia-Ukraina menjadi faktor lain yang menyebabkan pendapatan perusahaan yang berbasis di Mountain View, California tersebut melambat.

Pasar kripto telah mengalami tren penurunan tahun ini yang ditandai dengan penurunan harga sejumlah aset utama kripto serta runtuhnya ekosistem Terra. Volatilitas harga juga memaksa pemain industri utama seperti Coinbase, Blockchain.com, dan BlockFi mengatur ulang strategi bisnisnya dan memberhentikan ribuan karyawan.

Google dan Coinbase

Terlepas dari sentimen bearish, winter crypto di sisi lain memberikan dampak positif. Akibat pertumbuhan yang lambat, dengan sendirinya pasar “mengeliminasi” proyek-proyek yang secara konseptual lemah dan membuka ruang bagi korporasi atau individu lain untuk berinovasi.

Google sendiri tampaknya menerima bahwa penurunan pendapatan dari iklan terkait kripto tidak akan bertahan lama. Awal bulan ini, Google menandatangani kesepakatan dengan Coinbase untuk menerima pembayaran kripto dari pelanggan cloud-nya.

Ketua Concordium dan pendiri Saxo Bank, Lars Seier Christensen, mengatakan kemitraan dengan Google adalah dukungan umum industri kripto di mana semakin banyak bisnis menerima kripto sebagai tender yang layak untuk barang dan jasa.

“Tetapi yang lebih penting, tidak diragukan lagi bahwa Google telah melakukan ini untuk mendapatkan pangsa pasar tambahan untuk bisnis cloud yang berkembang. Ini berarti bahwa Google mengakui potensi bisnis nyata dalam industri kripto,” tambahnya.

Google Cloud

Pada Mei lalu, Divisi komputasi awan Google mengumumkan bahwa mereka sedang membangun unit baru untuk menjajal pengembangan Web3 dan bersiap menjadi rival AWS Amazon dan Microsoft Azure yang lebih dulu masuk ke internet generasi ketiga tersebut.

Google memutuskan masuk ke Web3 untuk mendukung pengembangan blockchain dan aplikasi berbasis blockchain yang semakin meningkat di industri kripto. Kebutuhan ini berkembang bersamaan dengan aktivitas dan adopsi Web3 dalam sektor ekonomi tradisional.

Wakil Presiden Google Cloud, Amit Zavery, dalam emailnya menjelaskan sementara sebagian besar dunia masih dalam tahap menjajaki Web 3.0, bagi Google ini adalah pasar dengan potensi ekonomi luar biasa. Zevery menyatakan banyak pengguna Google yang memintanya agar Google meningkatkan dukungan untuk teknologi Web3 terkait kripto.

Dengan membawa unit Web3 ke front line-nya, Google ingin menjadikan Google Cloud sebagai pilihan platform nomor satu bagi pengembangan blockchain. Google Cloud adalah rangkaian layanan komputasi awan mesin pencari. Semua proyek terkait Google berjalan di Google Cloud.

Zavery menambahkan bahwa Google akan menempatkan dirinya sebagai penyedia teknologi untuk aplikasi atau entitas berbasis blockchain secara keseluruhan. Sedangkan search engine-nya belum menjadi peserta langsung di bidang kripto.

Sementara CEO Google, Sundar Pichai, menyebut industri blockchain sebagai sesuatu yang “menarik dan kuat”. Google percaya bahwa aplikasi blockchain akan menemukan jalannya ke dalam layanan dan industri keuangan tradisional seperti yang dapat dilakukan Web3.