Investor Terra Mengaku Stres Berat, Batal Jadi Saksi

Share :

Portalkripto.com — CEO perusahaan modal kapital Hashed, Kim Seo-joon, batal menjadi saksi sidang kasus ambruknya ekosistem Terra. Sidang yang digelar Komite Urusan Politik Majelis Nasional Korea tersebut berlangsung pada Senin, 24 Oktober 2022.

Seo-joon merupakan satu dari enam saksi yang dipanggil untuk memberikan keterangan dalam sidang. Ia absen dengan alasan sedang berada dalam kondisi stres berat, terkena serangan panik, dan gangguan kecemasan.

“Setelah insiden Luna-Terra, saya mengalami stres ekstrem dan kesehatan saya memburuk, dan saya perlu menstabilkan diri,” tulis Seo-joon dalam sebuah pernyataan, dikutip Decrypt.

Ia juga menyertakan surat keterangan dokter yang menunjukkan ia telah menjalani perawatan psikiatri sejak 29 Juli. Menurutnya, ia masih berada di bawah tekanan akibat terus mengonsumsi obat-obatan dan sangat membutuhkan kestabilan emosional untuk saat ini.

Perusahaan Seo-joon, Hashed, dilaporkan kehilangan dana hingga $3,6 miliar saat LUNA (yang kini menjadi LUNC) kolaps pada Mei lalu. Hashed tercatat sebagai salah satu investor awal Terra yang memegang 30 juta token LUNA pada saat itu.

Alasan yang sama juga disampaikan petinggi exchange kripto Korea Selatan (Korsel), Bithumb, Lee Jung-hoon, yang tidak menghadiri sidang Terra pada 6 Oktober lalu.

Saksi-saksi lainnya yang dipanggil di antaranya pemegang saham mayoritas Bithumb Kang Jong-hyun, CEO Dunamu yang mengelola exchange kripto Upbit Lee Seok-woo, Direktur Chai Holdco Shin Hyung-sung, dan salah satu pendiri Terraform Labs Daniel Shin.

Sementara CEO Terraform Labs Do Kwon tidak termasuk di dalamnya karena masih dalam pencarian otoritas Korsel.

Teka-teki Keberadaan Do Kwon

Pada September lalu, pengadilan Korsel resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan Do Kwon. Kwon dituding telah melanggar undang-undang pasar kapital Korsel.

Meski di Twitter ia mengaku tidak kabur, namun keberadaannya sampai saat ini belum diketahui. Kwon sebelumnya tinggal di Singapura, tetapi otoritas Singapura mengatakan ia sudah lama meninggalkan negara itu.

Pemerintah Korsel juga telah resmi mencabut paspor Kwon. Interpol bahkan menyatakan sudah memasukkannya ke dalam daftar Red Notice.

Pencarian tak hanya dilakukan oleh pihak berwenang. Sebanyak 4.400 investor Terra yang tergabung dalam Discord ‘UST Restitution Group’ (URG) ikut mencari Kwon bahkan hingga ke Rusia, Dubai, Azerbaijan, dan kapal pesiar di tengah laut.

Pekan lalu, Bloomberg melaporkan dugaan Kwon telah meninggalkan Singapura dan melarikan diri ke Dubai. Kabar itu tak dibantah jaksa Korsel.

Benarkah Do Kwon berada di Dubai? Sampai saat ini Pemerintah Korsel masih belum bisa memberikan pernyataan resmi.