Proyek Metaverse Dinilai Tidak Jelas, Pemegang Saham Meta Surati Zuckerberg

Share :

Portalkripto.com — CEO perusahaan investasi teknologi Altimeter Capital, Brad Gerstner, melayangkan surat terbuka untuk CEO Meta Mark Zuckerburg terkait metaverse. Ia khawatir proyek yang disebutnya ‘mengerikan’ itu mengalami ketidakjelasan masa depan.

Ia merilis surat tersebut pada 24 Oktober 2022 lalu, yang ditujukan tak hanya kepada Zuckerberg tetapi juga kepada dewan direksi Meta. Gerstner merupakan salah satu pemegang saham Meta yang memiliki 0,11% dari total saham.

Dalam suratnya, ia meminta Meta menurunkan nilai investasi untuk metaverse dan produk teknologi terkait di tengah penurunan harga saham dalam 18 bulan terakhir ini. Menurut Gerstner, meskipun metaverse Meta adalah proyek besar, tetapi nilai investasinya tidak perlu sebesar seperti saat ini.

Ia mengungkapkan, Meta telah mengumumkan alokasi investasi sebesar $10 miliar hingga $15 miliar per tahun untuk proyek metaverse, termasuk teknologi AR/VR dan Horizon World. Namun, proyek itu dinilai baru akan berhasil setelah 10 tahun.

“Masa depan investasi senilai $100 miliar lebih untuk (proyek) super besar dan mengerikan ini tidak jelas, bahkan dalam standar Silicon Valley,” ujarnya.

Saham Meta Anjlok

Gerstner mengusulkan agar perusahaan mengurangi obsesinya terhadap metaverse dan lebih fokus pada pengembangan artificial intelligence (AI). Sementara investasi terhadap metaverse, katanya, bisa dikurangi menjadi $5 miliar per tahun.

“Saat kebanyakan perusahaan sulit memonetisasi AI, saya percaya META bisa memanfaatkan AI untuk mengembangkan semua produk menjadi lebih baik,” katanya.

Di hari yang sama dengan Gerstner merilis surat terbukanya, Bank of America menurunan status valuasi Meta dari ‘buy’ menjadi ‘neutral’. Dalam 18 bulan terakhir, saham Meta anjlok 55%, jauh jika dibandingkan dengan saham teknologi besar lainnya yang rata-rata hanya turun 19%.

Pergerakan harga saham Meta Platfoms Inc year-to-date. (sumber: Google Finance)

Harga per sahamnya juga turun 69.38% sejak awal tahun 2022 menjadi $137,51 saat ini. Penurunan ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan saham Apple, Amazon, hingga Google.

Gerstner bukan satu-satunya orang yang merasa masa depan metaverse Meta sejauh ini terlihat tidak jelas. Pada 30 Juli lalu, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyuarakan pendapat yang sama.

“Upaya perusahaan (dalam mengembangkan metaverse) seperti yang dilakukan Facebook akan gagal karena terlalu dini untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan orang-orang,” ujar Buterin.