Pasar Kripto Menghijau, Bitcoin Sentuh $20.000 dan Ethereum Naik 11%

Share :

Portalkripto.com — Pasar kripto kembali menggeliat pada Rabu, 26 Oktober 2022, setelah mengalami volatilitas cukup rendah selama beberapa pekan terakhir. Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin (BTC) berhasil naik 5% mencapai $20.000 sebagai titik resistance untuk pertama kalinya sejak 7 Oktober lalu.

Pergerakan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir, 26 Oktober 2022. (sumber: CoinMarketCap)

Sementara Ethereum (ETH) mencatat kenaikan yang lebih tinggi sebesar 11% dalam 24 jam terakhir. ETH sempat menyentuh $1.500 untuk pertama kalinya sejak The Merge pada pertengahan September lalu. Saat ini ETH diperdagangkan di harga $1.485.

Pergerakan harga Ethereum dalam 24 jam terakhir, 26 Oktober 2022. (sumber: CoinMarketCap)

Total kapitalisasi pasar naik ke $976 miliar setelah sideways di kisaran $930 miliar. Mayoritas altcoin meraup keuntungan, Solana naik 11% ke $31, Cardano naik 11% ke $0,39, dan Polkadot naik 10% ke $6,50 per token.

Menghijaunya pasar kripto dibarengi dengan turunnya nilai dolar AS hari ini. Indeks dolar AS (DXY) kini berada di $110,95 atau level terendahnya sejak 6 Oktober lalu.

Indeks Dolar AS dalam 5 hari terakhir. (sumber: MarketWatch)

Analis pasar senior di OANDA, Edward Moya, mengatakan, perekonomian yang terus menunjukkan pelemahan bisa memberikan keyakinan kepada investor bahwa The Fed akan memperlambat rencana agresifnya dalam menaikkan suku bunga.

“Bitcoin dan Ethereum meraih momentum saat Wall Street membuka sesi dengan kuat,” ujarnya kepada Decrypt.

Hari ini pasar saham teknologi juga menghijau. S&P 500 dan Nasqad Composite masing-masing naik 1,63% dan 2,25%.

Kripto Siap Jadi Instrumen Keuangan Teregulasi di Inggris?

Menggeliatnya pasar kripto hari ini juga merupakan respons terhadap kabar terbaru dari Inggris. The House of Commons, majelis rendah di Parlemen Inggris, tengah meninjau rancangan undang-undang (RUU) Financial Services and Markets.

Di dalam RUU tersebut, aset kripto diusulkan menjadi instrumen keuangan teregulasi, seperti cek, reksadana, saham, dan obligasi. RUU tersebut sebelumnya sudah mengatur tentang stablecoin.

“Substansinya adalah untuk memperlakukan kripto seperti aset keuangan lainnya dan membawanya ke dalam ruang lingkup regulasi untuk pertama kalinya,” anggota Parlemen Inggris, Andrew Griffith, dikutip Coindesk.

Pembahasan RUU ini dilakukan setelah Rishi Sunak, seorang pro-kripto, terpilih menggantikan Liz Truss sebagai Perdana Menteri Inggris. RUU Financial Services and Markets diperkenalkan saat Sunak masih menjabat sebagai Menteri Keuangan Inggris di bawah Perdana Menteri Boris Johnson.

Namun, RUU tersebut masih harus melewati perjalanan yang cukup panjang sebelum benar-benar disahkan sebagai UU. Jika disetujui House of Commons, RUU akan dibahas di House of Lords, majelis tinggi Parlemen Inggris.

Setelah lolos di tahap ini, RUU baru bisa disahkan jika sudah mendapatkan persetujuan dari Raja Charles III.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.