Portalkripto.com — Sejak diperdagangkan di sejumlah exchange kripto pada 19 Oktober 2022 lalu, token Aptos (APT), telah menarik banyak minat. Token yang juga banyak dikritik ini bahkan mencatat volume perdagangan yang cukup tinggi.
Menurut data Coingecko, per Jumat, 21 Oktober 2022, token APT yang sudah diperdagangkan mencapai $1,3 miliar atau sekitar Rp20 triliun. Angka itu dicapai hanya dalam tiga hari.
Dalam 24 jam setelah meluncurkan mainnet, nilai APT sempat anjlok hingga 28% setelah banyak orang mempertanyakan model ekonomi dan distribusi token atau tokenomic-nya.
Sementara itu, menurut data CoinMarketCap, nilai APT sejak itu masih lebih rendah dari harga awal. Kini APT diperdagangkan di harga $7,43 atau sudah turun 11,35% dalam empat hari.
Namun, APT sudah mencapai kapitalisasi pasar $963 juta (Rp14,9 triliun). Aptos kini berada di posisi ke-51 kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalahkan KuCoin, TrueUSD, Pax Dollar, dan Maker.
Binance menyumbang lebih dari setengah total perdagangan spot APT harian. Exchange kripto terbesar di dunia itu mencatatkan volume perdagangan senilai $193 juta (Rp2,9 triliun) di lima trading pairs dalam 24 jam terakhir.
Klaim Skalabilitas Tinggi
Aptos Labs mengklaim jaringannya bisa memproses lebih banyak transaksi dibandingkan dengan blockchain layer-1 lainnya. Bahkan transactions per second (TPS) Aptos disebut mencapai 160.000.
Kamu Bisa Baca Artikel Lain:
Q3: Volume Perdagangan di Metaverse Turun 80%
Aptos Banjir Kritik, Nilai Token Anjlok
Namun setelah beberapa hari mainnetnya diluncurkan, klaim tersebut belum bisa dibuktikan. Aptos bahkan hanya memproses beberapa transaksi per detik.
Sebagai blockchain smart contract yang sama-sama menyokong platform decentralized apps, Ethereum tercatat bisa memproses 30 transaksi per detik dan Solana bisa memproses 3.000 transaksi per detik.
Pendiri Aptos, Mo Shaikh, mengatakan TPS Aptos saat ini tidak menunjukkan kapasitas jaringan yang sebenarnya. Menurutnya, jumlah TPS akan terus meningkat seiring dengan naiknya jumlah aktivitas jaringan.
“Saya harap ini bisa menjelaskan segala kebingungan terkait klaim TPS (Aptos),” ujar Shaikh di Twitter.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


