Portalkripto.com — Aset kripto dan produk dan layanan terkait berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan semakin terkait dengan regulasi sebuah negara. Pembuat kebijakan berupaya untuk mengantisipasi dari risiko yang ditimbulkan.
Dalam dalam blognya pada Desember 2021, IMF menyatakan aset kripto berpotensi mengubah sistem moneter dan keuangan internasional secara mendalam.
Seiring dengan perkembangannya, semakin banyak negara dan institusi yang memiliki aset digital resmi mereka sendiri. Salah satunya adalah negara Persemakmuran Dominika yang membentang di Karibia Timur.
Persemakmuran Dominika meluncurkan Koin Dominika (DMC) bekerja sama dengan Protokol TRON (TRX). Kebijakan tersebut diputsukan setelah Dominika meloloskan Undang-Undang Bisnis Aset Virtual di Parlemennya pada awal 2022.
TRON disahkan sebagai alat tukar
Tujuan penerbitan koin ini terutama untuk membangkitkan sektor pariwisata Dominika sebagai destinasi pilihan karena negara tersebut memiliki potensi kekayaan alam yang kaya.
Perdana Menteri Dominika, Roosevelt Skerrit, menyatakan kerja sama tersebut sebagai langkah terobosan.
“Ini adalah langkah bersejarah bagi Dominika dalam upayanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan merangkul inovasi digital dan menunjuk Protokol TRON sebagai infrastruktur blockchain nasional,” katanya,
Sementara itu, pendiri TRON Justin Sun, optimis kolaborasi ini dapat membanti pelaku industri wisata Dominika.
“Tim TRON dan saya sendiri senang bahwa Perdana Menteri Roosevelt Skerrit mempercayai TRON untuk mengembangkan infrastruktur blockchain yang akan memberdayakan partisipasi mereka di masa depan keuangan yang terdesentralisasi. Kami berharap ini adalah yang pertama dari banyak kemitraan teknologi dengan pemerintah berdaulat yang akan datang,” bebernya.
Kerja sama ini juga menyetujui mata uang digital yang dikeluarkan TRON sebagai alat tukar yang sah di Dominika.
Seperti yang dinyatakan Justin Sun di Twitter, semua aset digital yang dikeluarkan di blockchain TRON telah diberikan status hukum sebagai mata uang digital resmi dan media pertukaran di Dominika.
Adopsi kripto untuk pariwisata
Adopsi kripto untuk meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata ini sudah berhasil dibuktikan oleh El Salvador yang menjadikan Bitcoin sebagai mata uang legal pada September 2021.
Pada awal Agustus lalu, Pemerintah El Salvador menyatakan kunjungan wisatawan ke negaranya pada paruh pertama 2022 melonjak tajam. Data internal pemerintah menyebutkan kenaikan sebesar 82,8% atau kedatangan 1,1 juta pengunjung.
Data tersebut diperkuat oleh data dari Organisasi Perjalanan Dunia (WTO). Negara kecil di Amerika Tengah ini diakui secara internasional sebagai salah satu negara dengan tingkat pemulihan pariwisata terbaik di kawasan ini pada Januari 2022.
Menurut data dari WTO, periwisata El Salvador pulih sebesar 81%.
Dalam sebuah wawancara radio, direktur umum Proyek Strategis Kementerian Pariwisata El Salvador, Alex Bonilla, menjelaskan bahwa selama periode liburan musim panas ini, penghasilan dari sektor wisata mencapai $60 juta dalam valuta asing.
Sejak El Salvador mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, ribuan Bitcoiner telah melakukan perjalanan ke negara tersebut. Misalnya Bitcoiner terkenal seperti pengusaha dan penulis Price of Tomorrow Jeff Booth, CEO Fedimint Obi Nwosu, dan CEO Jan3 Samson Mow.
Selain itu nama El Salvador semakin dikenal oleh masyarakat dunia setelah mereka memutuskan mengadopsi Bitcoin. Berdasarkan data Google Trends, pencarian kata kunci El Salvador meningkat selama 12 bulan terakhir. Puncak pencarian kata kunci negara tersebut terjadi pada periode 5-11 September 2021.


