Setelah Hashrate, Mining Difficulty Bitcoin Juga Meroket ke 35,6 Triliun

Share :

Portalkripto.com — Menambang Bitcoin kini semakin sulit. Setelah hashrate meningkat, penambang Bitcoin harus dihadapkan dengan melonjaknya mining difficulty yang bahkan sampai menyentuh titik tertinggi.

Pada Senin, 10 Oktober 2022, mining difficulty Bitcoin naik hingga 14% ke 35,6 triliun. Mining difficulty adalah tingkat kesulitan yang menghitung berapa hash yang dibutuhkan penambang untuk memproduksi string kriptografi agar bisa menambahkan blok baru ke rantai.

Sumber : BTC.com

Meski harga BTC terus menurun pada tahun ini, mining difficulty-nya justru terus meningkat dari titik terendahnya pada Agustus 2021. Kenaikan mining difficulty kali ini merupakan yang terbesar sejak Mei lalu. Saat itu, angkanya mencapai 31 triliun atau naik hingga 22%.

Mining difficulty Bitcoin juga sempat mencapai puncaknya di 25 triliun pada 2021, yang kemudian berangsur turun hingga 14 triliun.

Angka mining difficulty akan berubah setiap dua pekan, atau setiap 2.016 blok. Jika setiap blok dapat diselesaikan kurang dari target 10 menit, mining difficulty akan meningkat.

Dalam whitepaper Bitcoin, Satoshi Nakamoto juga telah menjelaskan bahwa jika blok diproduksi terlalu cepat, mining difficulty akan naik.

“Untuk mengimbangi peningkatan kecepatan hardware dan node, difficulty dalam proof-of-work ditentukan oleh rata-rata pergerakan yang menargetkan jumlah rata-rata blok per jam,” tulis Satoshi.

Mark Morton, CEO Scilling Digital Mining, perusahaan penambangan Bitcoin asal Irlandia, mengatakan, penyesuaian level mining difficulty selanjutnya diharapkan dapat membawa keuntungan bagi penambang. Terlebih saat ini harga rig penambangan sedang jatuh.

“Meningkatkan difficulty dan hashrate sangat baik untuk keamanan jaringan Bitcoin. Kami menyaksikan keamanan jaringan naik meski harga Bitcoin turun,” ujarnya, dikutip Cointelegraph.

Pendapatan Penambang Bitcoin Turun

Menurut blockchain.com, bear market membuat pendapatan penambang Bitcoin turun hingga 53% sejak awal tahun ini. Harga Bitcoin juga terus terperosok dan kini diperdagangkan di $19.048, menurut CoinMarketCap.

Pendapatan rata-rata bulanan penambang tercatat telah turun menjadi sekitar $19 juta. Angka ini bahkan lebih rendah dari tahun lalu saat Cina menutup 90% operasional penambangan Bitcoin dalam negeri.

Kombinasi penurunan harga BTC dan kenaikan mining difficulty tentunya memberikan tekanan terhadap profitabilitas penambang. Beberapa penambang mulai mencari cara untuk mengurangi biaya operasional. Sementara yang lainnya terpaksa harus menjual kepemilikan BTC mereka.

Sebuah laporan dari perusahaan analitik blockchain Arcane Research menunjukkan, pada Juni lalu, penambang lebih banyak menjual Bitcoin daripada memperoleh Bitcoin dari aktivitas penambangannya.