Jumlah Gamer di DApps Melonjak, Benji Bananas Penyumbang Terbesar

Share :

Portalkripto.com — Aktivitas pengguna pada aplikasi desentralisasi game blockchain (DApps) dalam 30 hari terakhir mengalami lonjakan.

Menurut data dari DappRadar, tujuh dari 10 game teratas berdasarkan alamat dompet unik yang berinteraksi dengan kontrak pintar dapp meningkat sepanjang September. Bahkan lima game teratas berada di zona hijau selama periode tersebut.

Pada saat penulisan, DApps mencatat pertumbuhan dalam 30 hari terakhir termasuk platform game Web3 Gameta, serta game berbasis blockchain yaitu Alien Worlds, Solitaire Blitz, Benji Bananas, Splinterlands, Farmers World, dan Arc8 oleh GAMEE.

Dalam postingan di blognya pada 27 September, DappRadar mencatat bahwa delapan dari 10 game blockchain teratas saat ini adalah mobile-first yang membawa jutaan pengguna ke blockchain.

“Game Dapp seperti Gameta, Benji Bananas, Upland, dan Trickshot Blitz memungkinkan siapa pun yang memiliki perangkat seluler mendapatkan kripto meski dengan sedikit pengetahuan, investasi, atau risiko sebelumnya,” tulis DappRadar.

DappRadar mengatakan salah satu kemungkinan alasan peningkatan popularitas game blockchain dalam pasar yang bearish ini adalah gagasan “bleed in the bear and run in the bull.”

“Gagasan bahwa menumpuk kripto dan investasi di pasar beruang akhirnya terbayarkan dengan baik pada saat ini.”

Benji Bananas Penyumbang Terbesar

Peningkatan jumlah pengguna terbesar berasal dari Animoca Brands Benji Bananas (Polygon) dengan peningkatan 2016,54% selama 30 hari terakhir. Game ini sebenarnya adalah aplikasi seluler Web2 hingga Maret tahun ini. Sejak itu Animoca kemudian memperkenalkan elemen play-to-earn (P2E) melalui Ape Coin (APE) yang berafiliasi dengan Bored Ape Yacht Club (BAYC).

Meskipun tidak secara jelas dan spesifik apa yang membuat jumlah pengguna Benji Bananas melonjak drastis, namun game tersebut berhasil menjadi tuan rumah acara game P2E bulan ini yang menawarkan serangkaian NFT dalam game yang berharga kepada para pemenang.

Dari 10 game teratas, hanya Axie Infinity, Trickshot Blitz, dan Upland yang mengalami penurunan selama 30 hari terakhir.

Peningkatan jumlah gamer blockchain di September ini terjadi bersamaan dengan publikasi Bloomberg dalam artikelnya pada 28 September lalu yang menyatakan bahwa perdagangan pasar NFT “hampir mati.” Sebagai buktinya, Bloomberg menunjukkan volume perdagangan NFT secara keseluruhan turun 97% sejak Januari 2022.

Salah satu pendiri Animoca Brands, Yat Siu, melalui cuitanya pada 30 September mengatakan bahwa hanya melihat metrik volume penjualan NFT tidak menggambarkan keseluruhan NFT atau game.

Siu menyatakan bahwa harga NFT umumnya turun sesuai dengan harga aset pasangannya seperti Ether (ETH). Sementara banyak game — yang jarang terekspos media — membutuhkan NFT yang harganya relatif murah. Dia menekankan bahwa aktivitas pengguna dan jumlah orang yang memasuki Web3 adalah fokus yang seharusnya menjadi bahan pemberitaan.