Biaya Transaksi Bitcoin Rata-rata Turun ke $0,825, Terendah Sejak Juni 2020

Share :

Portalkripto.com — Biaya transaksi rata-rata di jaringan Bitcoin (BTC) turun di bawah $1 untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Pada 22 Agustus, rata-rata biaya transaksi Bitcoin turun menjadi $0,825, atau terendah sejak 13 Juni 2020.

Menurut data YCharts, rata-rata biaya transaksi tertinggi Bitcoin pada 2022 terjadi pada 2 Maret sebesar $4,471.

Biaya transaksi rata-rata Bitcoin digunakan untuk mengukur biaya rata-rata dalam USD saat transaksi Bitcoin diproses oleh penambang dan dikonfirmasi. Biaya transaksi Bitcoin rata-rata dapat melonjak ketika terjadi transkasi yang masif dalam jaringan, seperti yang terjadi selama ledakan kripto 2017 di mana biayanya mencapai hampir $60.

Biaya transaksi tinggi melalui jaringan blockchain merugikan penggunanya, terutama saat mereka melakukan transaksi yang bernilai rendah. Misalnya biaya transaksi melalui blockchain Ethereum (ETH) meroket beberapa kali ketika transaksi Non Fungible Token (NFT) sedang hype yang menyebabkan pengguna umum “stress”.

Sedangkan penurunan biaya transaksi dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, misalnya penurunan harga pasar dan kesulitan penambangan yang lebih rendah.

Namun tingkat kesulitan menambang blok BTC yang baru semakin rendah dan lebih stabil karena penambang mendapatkan akses perangkat keras yang lebih murah, seiring dengan pulihnya kondisi kekurangan pasokan chip yang berkepanjangan.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Analisis Harga BTC, ETH, dan BNB Sepekan, Minggu Ambyar

Analis Bloomberg Perkirakan BTC Rebound di Paruh Kedua 2022


Blockchain.com menyebutkan Agustus menandai akhir dari penurunan kesulitan jaringan – pulih kembali ke 28,351 triliun – setelah terjun bebas selama tiga bulan berturut-turut. Hal ini tercipta berkat upaya komunitas yang konsisten sehingga jaringan Bitcoin terus menunjukkan tanda-tanda sistem keuangan yang sehat.

Meskipun semua pengguna mengharapkan setiap jaringan melakukan peningkatan kinerjanya untuk mengurangi biaya gas dan kecepatan transaksi, namun tidak semua peningkatan tersebut dibuat untuk tujuan tersebut. Misalnya transisi Ethereum yang paling dinanti, The Merge, tidak akan mengurangi biaya gas.

Hal itu disampaikan oleh Ethereum Foundation:

“Setelah The Merge selesai Ethereum tidak lagi menggunakan konsesus proof-of-work tapi beralih ke proof-of-stake. Transisi ini tidak secara signifikan mengubah parameter apa pun yang secara langsung memengaruhi kapasitas atau kecepatan jaringan.”

The Merge merupakan update paling signifikan yang dilakukan jaringan Ethereum sejak pertama kali diluncurkan pada 2015. Peralihan ini akan mengakhiri proses penambangan ETH dan menggantinya dengan konsensus PoS.

Transisi Ethereum ke PoS menjanjikan konsumsi energi yang lebih rendah dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Menurut Ethereum Foundation, mekanisme PoS akan mengurangi konsumsi energi hingga 99,95%.

Ethereum Foundation mengklaim transisi dari PoW ke PoS akan memangkas emisi karbon Ethereum menjadi 0,07 kilogram per transaksi dari 147,86 kilogram saat ini yang membuat jejak karbonnya 17.000 kali lebih efisien daripada Bitcoin.

Pembaruan ini akan meningkatkan jumlah transaksi yang dapat ditangani Ethereum dari 15 hingga 20 transaksi per detik saat ini, menurunkan biaya gas, dan meningkatkan keamanan jaringan.