70% Lembaga Keuangan Tertarik Gunakan Blockchain untuk Sistem Pembayaran

Share :

Portalkripto.comBlockchain telah mendorong banyak perubahan dalam proses pembayaran. Teknologi ini membantu membuat proses bayar menjadi lebih cepat, transparan, dan aman.

Laporan terbaru Ripple mengungkapkan, sebanyak 70% lembaga keuangan tertarik menggunakan blockchain untuk sektor ini. Laporan tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan terhadap lebih dari 800 direktur keuangan di lembaga keuangan yang tersebar di 22 negara.

Di dalam laporan berjudul ‘Crypto Trends in Business and Beyond’ ini disebutkan, ketertarikan itu tidak hanya terhadap blockchain secara umum, tetapi juga terhadap kripto, Central Bank Digital Currency (CBDC), hingga stablecoin.

Mereka menilai, blockchain dan kripto bisa menjamin keamanan dan kualitas data, memberikan peluang pertumbuhan yang signifkan di pasar, dan memiliki real-time settlement. Adopsinya pun terus meningkat secara global.

Blockchain juga bisa membuka aliran pendapatan baru bagi perusahaan, menurunkan biaya operasional, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen. Masih banyak peluang bagi lembaga keuangan untuk memanfaatkan blockchain sebagai metode pembayaran baru.

Adopsi Kripto oleh Konsumen Global

Seiring dengan pesatnya perkembangan e-commerce, tren pengiriman uang secara global juga terus naik. Kripto menjadi salah satu alat pembayaran yang dipertimbangkan banyak orang saat melakukan pembelian barang domestik atau internasional.

Survei yang dilakukan Ripple menunjukkan, 33% konsumen global bersedia menggunakan kripto dalam pembayaran saat belanja online. Konsumen di Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan negara-negara Asia Pasifik lebih terbuka terhadap kripto dibandingkan dengan konsumen di Amerika utara dan Eropa.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Pengembang Sebut Transisi Ethereum ke PoS Lebih Cepat dari Rencana

Aset Kripto Bisa Jadi Pilihan Alternatif jika PayPal Diblokir Lagi


Dalam segi manfaat, kripto dinilai lebih aman, cepat, dan mudah. Konsumen juga menyukai biaya transaksi kripto yang rendah dan mereka cenderung tidak mementingkan votalititas pasarnya.

Di negara-negara berkembang yang terus menghadapi devaluasi mata uang, kripto dinilai bisa menjadi pilihan tepat untuk proses pembayaran, pengiriman uang, hingga transaksi dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Oleh karena itu, kami percaya seiring dengan pertumbuhan penggunaan kripto, reputasinya sebagai penghemat biaya pembayaran juga akan meningkat,” tulis Ripple.

Brand-brand besar tentunya juga harus sudah mulai melirik kripto sebagai alat pembayaran.

Survei Ripple menunjukkan, 56% konsumen global tertarik pada brand yang menerima pembayaran kripto. Konsumen bisa mendapatkan akses eksklusif, misalnya, ke barang edisi terbatas yang hanya bisa dibeli dengan kripto.

Perusahaan seperti Microsoft, Subway, Red Cross, BMW, Expedia, PayPal, Twitch, dan lainnya diketahui sudah menerima pembayaran kripto. Penerimaan kripto sebagai alat pembayaran mendorong Return on Investment (ROI) hingga 327%, menurut survei Ripple.

Semakin banyak konsumen yang memegang kripto dan semakin banyak brand yang mengadopsi kripto sebagai alat pembayaran, industri kripto bisa berkembang semakin pesat.

“Kami berasumsi, regulator global bisa menerima manfaat yang diberikan blockchain dan kripto dalam proses pembayaran sehingga dapat memberikan panduan yang jelas bagi inovasi ini dan mendukung upaya mencegah penyalahgunaan,” kata Ripple.