5 Sosok yang Paling Dicurigai sebagai Satoshi Nakamoto

Share :

Portalkripto.com — Satoshi Nakamoto adalah pseudonim yang digunakan oleh pencipta Bitcoin. Sejak mata uang kripto tersebut diperkenalkan pada 2008 hingga 14 tahun kemudian, tidak ada satu orang pun yang mengetahui identitas asli Satoshi.

Satoshi diperkirakan telah menambang sekitar 1 juta BTC di awal kehadiran Bitcoin. Jika benar, tentu Satoshi saat ini sudah menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Beberapa orang percaya bahwa Satoshi mengacu pada seorang individu. Namun yang lainnya justru menduga Satoshi mungkin adalah sekelompok orang.

Teka-teki ini membuat banyak orang menduga-duga siapa Satoshi sebenarnya. Sulit rasanya menyelidiki sosok di balik sang pencetus kripto, terlebih kemunculannya hanya sekitar dua tahun.

Pada 13 Desember 2010, Satoshi menulis di forum BitcoinTalk untuk yang terakhirnya. Sejak itu, ia telah dinyatakan menghilang.

Ada beberapa individu yang dicurigai oleh komunitas sebagai pencetus mata uang kripto itu karena beberapa alasan. Siapa yang paling mendekati?

1. Sergey Nazarov

Sergey Nazarov adalah pendiri proyek kripto Chainlink keturunan Rusia yang tinggal di New York, AS. Ia dicurigai sebagai Satoshi setelah muncul fakta bahwa ia membeli domain smartcontract.com enam hari sebelum Satoshi merilis whitepaper Bitcoin pada Oktober 2008.

Tampilan situs smartcontract.com beberapa tahun lalu. (sumber: Bitcoin.com)

Nazarov disebut memiliki hubungan yang kuat dengan perusahaan Rusia, QED Capital, dan sengaja menggunakan proxy Rusia untuk menyembunyikan identitas dan lokasinya. Menariknya, nama Sergey Nazarov dan Satoshi Nakamoto memiliki inisial yang sama: NS.

2. Hal Finney

Pria yang bernama lengkap Harold Thomas Finney II ini dikenal sebagai orang pertama yang menerima transaksi Bitcoin langsung dari Satoshi. Finney diketahui telah mengembangkan sistem tunai digital berbasis reusable proof of work (PoW) pada 2004.

Ia juga menjadi orang pertama yang menunjukkan ketertarikan terhadap sistem pembayaran peer-to-peer Bitcoin yang ditulis Satoshi dalam whitepaper. Finney bahkan disebut sebagai orang pertama yang menambang Bitcoin.

Cuitan Hal Finney. (sumber: Twitter)

Komunitas menduga nama Nakamoto yang dipakai oleh Finney diambil dari nama Dorian Nakamoto, tetangganya di Temple City, California. Lucunya, Dorian yang berwajah pribumi Jepang juga banyak dicurigai sebagai Satoshi dan bahkan fotonya sudah tersebar di mana-mana.

3. Nick Szabo

Nick Szabo adalah seorang ilmuwan komputer dan pakar kripto yang banyak melakukan riset terkait kontrak digital dan mata uang digital. Dia mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan konsep smart contract, kontrak yang dapat dieksekusi sendiri dengan ketentuan perjanjian yang tertulis di dalam kode.

Szabo pertama kali mengungkapkan ide mengenai smart contract pada 1994 dalam artikel berjudul “Smart Contracts: Building Blocks for Digital Markets.” Pria yang disebut pioner mata uang digital ini bahkan telah memperkenalkan nenek moyang Bitcoin, yakni Bit Gold, dalam beberapa seri artikel pada 1990-an.

Melihat fakta-fakta itu, banyak orang menduga Nick Szabo adalah Satoshi. Dalam tradisi Jepang, nama keluarga biasanya disebut pertama sehingga Satoshi Nakamoto di AS akan disebut Nakamoto Satoshi di negara sakura itu.

Komunitas kemudian melakukan cocoklogi antara inisial nama NS dari Nakamoto Satoshi dengan inisial nama NS dari Nick Szabo.

4. Adam Back

Adam Back adalah pakar komputer dan kriptografi yang sudah lama malang melintang di dunia blockchain dan mata uang digital. CEO Blockstream ini dikenal sebagai pencipta Hashcash, sistem proof-of-work yang digunakan untuk memerangi spam dan serangan siber lain.

Hashcash diperkenalkan oleh Back pada 1997. Sistem ini kemudian dipakai sebagai mekanisme konsensus penambangan Bitcoin.

Back juga anggota aktif dalam komunitas cypherpunk, kelompok aktivis dan pakar teknologi yang mengadvokasi penggunaan kriptografi untuk melindungi privasi dan kebebasan sipil.

Uniknya, saat Satoshi muncul ke publik, Back ‘menghilang’ dari komunitas. Back baru terlihat aktif setelah Satoshi ‘menghilang’ dari publik pada 2010.

Gaya penulisan Satoshi dengan tulisan tangan Back juga disebut mirip. Keduanya sering menggunakan spasi ganda dan menggunakan ejaan British.

5. Dorian Nakamoto

Wajah pensiunan insinyur keturunan Jepang-AS ini paling sering mejeng di media-media sebagai Satoshi Nakamoto. Dorian dinilai paling mirip dengan Satoshi dari segi nama dan juga visual.

Nama Dorian mencuat usai dicurigai sebagai Satoshi dalam artikel yang ditulis Leah McGrath Goodman di majalah Newsweek pada 2014.

Tetangga Hal Finney ini menyangkal bahwa ia adalah Satoshi dan telah menciptakan Bitcoin. Ia bahkan mengaku tidak lancar berbahasa Inggris dan tidak pernah mendengar kata Bitcoin sebelumnya.

Meski demikian, media terus memburunya hingga mendatangi rumahnya. Hal tersebut membuat Dorian dan keluarganya stres hingga menempuh jalur hukum.

Sejak itu, Dorian menyembunyikan segala aktivitasnya ke publik. Namun, wajahnya masih banyak dipakai untuk merepresentasikan Satoshi di berbagai media.

Masih banyak individu-individu yang dicurigai sebagai Satoshi seperti pakar komputer Wei Dai, dan ekonom Finlandia Vili Lehdonvirta. Namun mereka sama-sama menyangkal.

Ada pula beberapa di antaranya yang bahkan secara terang-terangan mengaku sebagai Satoshi dan telah menciptakan Bitcoin. Salah satunya, pakar komputer asal Australia, Craig Wright.

Wright mengumumkan klaimnya itu pada 2016. Namun karena ia tidak mampu memberikan bukti-bukti seperti private key dari alamat wallet Satoshi, komunitas meragukannya.