Portalkripto.com — Salah satu aplikasi telemedicine atau pengobatan jarak jauh terkemuka di Amerika Latin dengan lebih dari 650.000 pasien potensial, Citaldoc, menggandeng Cardano (AD) sebagai opsi metode pembayaran.
Untuk memastikan apakah opsi tersebut bekerja dengan baik, Citaldoc melakukan transaksi uji senilai 10.000 ADA dan terbukti berhasil. Transaksi pertama menggunakan ADA tersebut dikenakan biaya 0,0017%.
Perwakilan Citaldoc menilai opsi pembayaran dengan kripto sebagai tonggak sejarah karena sangat penting untuk aksesibilitas Citaldoc kepada klien potensial dan yang sudah ada.
Apa yang diintegrasikan Citaldoc dan ADA merupakan salah satu pengembangan manfaat blockchain dalam sektor kesehatan.
Blockchain adalah teknologi yang memungkinkan berbagi data dengan aman dan akses kepada banyak pihak. Ini adalah tantangan besar dalam kesehatan digital, di mana privasi dan keamanan data medis adalah yang hal terpenting. Blockchain dapat membantu kesehatan digital mempermudah berbagi data secara aman dengan persetujuan pasien di seluruh sistem perawatan kesehatan yang sangat terfragmentasi.
Secara lebih luas, sedikitnya ada lima kegunaan blockchain untuk mengembangkan layanan kesehatan digital.
1. Transparansi rantai pasokan
Tantangan utama di sektor perawatan kesehatan, seperti di banyak sektor lainnya, adalah memastikan asal barang medis untuk memastikan keasliannya. Dengan menggunakan blockchain yang dapat melacak item dari titik manufaktur dan pada setiap tahap melalui rantai pasokan memungkinkan pasien memantau penuh dan transparansi barang yang mereka beli.
Ini adalah prioritas utama bagi industri kesehatan, terutama di pasar negara berkembang di mana obat resep palsu menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahunnya.
Salah satu contohnya seperti yang dilakukan MediLedger. Dengan memanfataakan protokol blockchain, perusahaan tersebut dapat memverifikasi keaslian obat-obatan, serta tanggal kedaluwarsa dan informasi penting lainnya di seluruh rantai pasokan obat resep.
2. Rekam medis “terpusat” di tangan pasien
Sistem perawatan kesehatan di berbagai negara sedang berjuang dengan masalah silo data, yang berarti bahwa pasien dan penyedia layanan kesehatan memiliki pandangan yang tidak lengkap tentang sebuah rekam medis.
Peneltian yang dilakukan oleh Universitas Johns Hopkins pada 2016 menunjukkan bahwa penyebab utama kematian ketiga di AS adalah kesalahan medis. Hal ini berakibat perawatan yang tidak terkoordinasi dengan baik, tindakan yang direncanakan tidak selesai sebagaimana dimaksud atau kesalahan kelalaian dalam catatan pasien.
Salah satu solusi untuk masalah ini adalah menciptakan sistem berbasis blockchain untuk rekam medis yang dapat dihubungkan ke perangkat lunak rekam medis dan sebagai tampilan menyeluruh dari catatan pasien.
Perlu digarisbawahi bahwa data pasien yang sebenarnya tidak masuk ke blockchain, tetapi setiap catatan baru yang ditambahkan ke blockchain, apakah catatan dokter, resep atau hasil lab, diterjemahkan ke dalam fungsi hash. Setiap fungsi hash ini adalah unik dan hanya dapat didekodekan jika pasien memberikan persetujuannya.
Medicalchain adalah contoh terkemuka dari perusahaan yang bekerja dengan penyedia layanan kesehatan untuk menerapkan EMR yang diaktifkan blockchain.
3. Smart contrat untuk asuransi dan penyelesaian rantai pasokan
Perusahaan seperti Chronicled dan Curisium menyediakan sistem berbasis blockchain di mana berbagai pemain di sektor perawatan kesehatan, seperti perusahaan farmasi, OEM perangkat medis, grosir, asuransi dan penyedia layanan kesehatan, dapat mengotentikasi identitas mereka sebagai organisasi, mencatat rincian kontrak, dan melacak transaksi barang dan jasa, dan rincian penyelesaian pembayaran untuk barang dan jasa tersebut.
Dengan berbagi kontrak digital antara produsen, distributor, dan lembaga perawatan kesehatan yang masuk ke buku besar blockchain, mereka secara signifikan mengurangi kesalahpahaman mengenai klaim tagihan balik pembayaran untuk obat resep dan barang lainnya.
Menurut Chronicled, karena struktur penetapan harga sering berubah, ada lebih dari satu juta klaim tolak bayar yang dibuat di antara pihak tersebut setiap tahunnya. 5 persen kasus di antaranya memerlukan penyelesaian manual yang panjang.
Smart contract bersama ini pun dapat digunakan untuk mengelola kontrak asuransi kesehatan untuk pasien. Seperti dalam kasus penggunaan lainnya, setelah data ini didigitalkan dan mudah diakses, penyedia asuransi dapat menggunakan analitik yang lebih canggih untuk mengoptimalkan hasil dan biaya kesehatan.
Selain itu, smart contract ini dapat mengurangi waktu transaksi karena prosesnya tidak lagi memerlukan pengawasan manual
4. Verifikasi kredensial staf medis
Sama halnya dengan kegunaan untuk melacak asal barang medis, teknologi blockchain dapat digunakan untuk melacak pengalaman profesional petugas medis atau dokter. Dengan pelacakan tersebut rumah sakit dapat mencatat data kredensial staf mereka, yang pada gilirannya membantu merampingkan proses perekrutan untuk organisasi perawatan kesehatan.
ProCredEx yang berbasis di AS telah mengembangkan sistem verifikasi kredensial medis menggunakan protokol blockchain R3 Corda.
5. Keamanan IoT untuk pemantauan jarak jauh
Salah satu tren terbesar dalam kesehatan digital adalah adopsi solusi pemantauan jarak jauh, di mana semua jenis sensor yang mengukur tanda-tanda vital pasien digunakan untuk membantu praktisi kesehatan melihat kesehatan pasien. Dengan demikian memungkinkan perawatan yang lebih proaktif dan preventif.
Lalu bagaimana sistem blockchain dapat membantu perangkat IoT dalam pemantauan jarak jauh.
Kriptografi blockchain memastikan bahwa hanya pihak yang diizinkan yang dapat memperoleh akses ke data pribadi, yang disimpan di blockchain sebagai fungsi hash yang unik. Setelah data pasien dicatat pada buku besar blockchain (sebagai fungsi hash) maka hampir tidak mungkin untuk mengutak-atik karena akan membutuhkan akses ke semua salinan yang disimpan.
Sifat blockchain yang terdesentralisasi berarti bahwa perangkat IoT dapat berinteraksi langsung satu sama lain, tanpa melalui server terpusat (seperti yang dilakukan sebagian besar koneksi IoT saat ini), sehingga sangat sulit untuk meluncurkan DDoS atau serangan lainnya.
Namun kegunaan blockchain untuk keamanan IoT masih dalam tahap awal pengembangan dan belum jelas apakah blockchain akan menjadi alat terbaik untuk digunakan.


