5 Faktor Penyebab Tingginya Adopsi Kripto di Vietnam

Share :

Portalkripto.com — Vietnam menjadi negara pengadopsi kripto tercepat di dunia. Negara di Asia Tenggara ini bahkan menempati peringkat pertama daftar Global Crypto Adoption Index dari Chainalysis selama dua tahun berturut-turut.

Mengapa adopsi kripto begitu tinggi di negara ini? Beberapa hal ini bisa menjadi alasannya.

1. Tidak Ada Pajak Kripto

Vietnam tidak memberlakukan pajak kripto. Meski otoritas pajak Vietnam telah menunjukkan kesiapannya, tetapi mereka tidak memiliki mandat resmi untuk menetapkan kripto sebagai aset kena pajak.

Di negara itu sebenarnya kripto tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah. Namun, warga negara Vietnam diizinkan untuk memiliki dan memperdagangkan kripto meski kripto tidak dapat digunakan secara legal dalam perdagangan.

Tidak adanya pajak diduga ikut mendorong angka adopsi kripto di Vietnam. Hanya saja, hukum Vietnam tidak melindungi pengguna kripto jika terjadi penipuan atau kerugian.

Pada Juli 2021, Perdana Menteri Vietnam Phạm Minh Chính meminta Bank Negara Vietnam untuk mengeksplorasi manfaat dan kerugian mata uang digital. Lembaga tersebut sampai saat ini disebut masih menggodok aturan resmi terkait kripto.

2. Akses Terbatas ke Bank

Menurut sebuah studi pada 2021 yang dilakukan oleh Statista, Vietnam menempati urutan kedua negara yang mayoritas penduduknya tidak memiliki rekening bank. Bahkan sekitar 69% warganya dilaporkan tidak memiliki akses ke layanan perbankan.

Kelemahan ini tentunya dengan cepat diisi oleh kripto. Konsep keuangan terdesentralisasi (DeFi) juga menarik perhatian investor kripto Vietnam yang ingin mendapatkan kredit untuk tujuan investasi kripto.

DeFi yang berbasis blockchain, menyediakan layanan serupa dengan yang ditawarkan oleh bank. Platform DeFi juga memungkinkan investor untuk melindungi aset mereka menggunakan asuransi DeFi yang tidak memerlukan dokumen.

Ini membuat orang-orang Vietnam yang tidak memiliki rekening bank merasa nyaman, terutama jika mereka ingin mendapatkan penghasilan pasif. Vietnam berada di peringkat kedua negara dengan penggunaan DeFi tertinggi di dunia, menurut laporan Global DeFi Adoption Index dari Chainalysis pada 2021.

3. Banyak Mengirim Uang dari Luar Negeri

Pada 2021, warga negara Vietnam yang tinggal di luar negeri membuat rekor baru dengan mengirim uang lebih dari $18 miliar ke dalam negeri. Dengan peningkatan 3% dari $ 17,2 miliar yang tercatat pada 2020, Vietnam menjadi negara penerima remintansi terbesar kedelapan di dunia.

Namun, para diaspora itu banyak yang merasa biaya pengiriman uang yang harus mereka tanggung terlalu tinggi. Biaya tambahan biasanya termasuk biaya administrasi dan nilai tukar.

Biaya pengiriman uang yang selangit, ditambah sedikitnya penduduk yang memiliki rekening bank, telah membuat transfer kripto menjadi pilihan yang menarik bagi orang Vietnam yang tinggal di luar negeri.

Meski blockchain juga memerlukan biaya transaksi, tetapi jumlahnya tidak sebanyak biaya transaksi remintansi tradisional. Lagi pula, transaksi di blockchain bersifat peer-to-peer dan tidak bergantung pada perantara.

4. Meningkatnya Popularitas GameFi

GameFi, terutama model play-to-earn (P2E), sangat populer di Vietnam dan telah berkontribusi besar pada adopsi kripto di negara tersebut.

Menurut sebuah studi pada 2021 yang diterbitkan oleh layanan agregasi data Finder, Vietnam menempati urutan keenam dalam daftar negara dengan persentase gamer P2E tertinggi.

Saat ini, banyak startup GameFi yang telah mendirikan toko di negara ini, termasuk Ancient8, Sipher, dan Summoners Arena. Axie Infinity, salah satu game P2E paling populer di dunia, juga tenar di Vietnam.

5. Kripto Dianggap Lindung Nilai Terhadap Inflasi

Secara historis, warga Vietnam lebih suka menggunakan dolar AS saat kondisi ekonomi di dalam negeri sedang bergejolak karena inflasi. Mereka juga banyak beralih ke emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Popularitas emas kemudian semakin tergeser oleh kripto yang juga dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Menurut data Statista, Bitcoin (BTC) saat ini merupakan kripto paling populer di Vietnam.

Adopsi kripto di Vietnam tampaknya masih akan melaju secara masif mengingat Bank Negara Vietnam masih memiliki waktu hingga 2023 untuk mempelajari pro dan kontra kripto dan mengeluarkan rekomendasi kebijakan.