Portalkripto.com — Sebanyak 350 investor internasional gugat pendiri Terraform Labs Do Kwon dalam sebuah gugatan class-action di pengadilan Singapura pada 23 September 2022. Mereka mengklaim telah kehilangan dana sebesar $57 juta saat stablecoin TerraUSD (UST) kolaps bersama dengan ekosistem Terra.
Gugatan tersebut diwakili oleh Julian Moreno Beltran, warga negara Spanyol yang kehilangan UST senilai $1,1 juta, dan Douglas Gan Yi Dong, warga negara Singapura.
Para investor itu menggugat klaim Terraform Labs bahwa stablecoin UST didesain sebagai aset penyimpan nilai. Stablecoin yang berpasak dengan dolar AS itu juga seharusnya dilindungi dari volatilitas pasar kripto.
Kwon dituding mengetahui kelemahan dan kerentanan stablecoin UST secara struktural. Namun ia diduga mengabaikan hal itu dan tetap mendorong investor untuk membeli aset tersebut.
Tergugat lain dalam gugatan itu adalah perusahaan Terraform Labs PTE Ltd, Luna Foundation Guard (LFG), dan mantan Kepala Penelitian Terraform Labs Nicholas Platias. Sidang perdana dijadwalkan digelar pada 2 November 2022.
Gugatan Ditolak Terraform Labs
Wall Street Journal melaporkan, seorang juru bicara Terraform Labs menolak gugatan tersebut. Menurutnya, perusahaan akan melakukan pembelaan diri.
“Ada perbedaan fundamental antara event pasar publik dan penipuan. Risikonya sudah diketahui dan didiskusikan, dan kode yang menyertainya bersifat open-source,” jelasnya.
Gugatan class-action terhadap Do Kwon tidak hanya diajukan di Singapura. Pada Juni lalu, gugatan semacam ini juga diajukan ke pengadilan Amerika Serikat (AS).
Sementara di Korea Selatan (Korsel), kasus ambruknya Terra sudah sampai tahap penyelidikan. Pengadilan resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Do Kwon.
Kementerian Luar Negeri Korsel juga dilaporkan telah mencabut paspor Do Kwon. Interpol bahkan ikut memasukkannya ke dalam daftar Red Notice.
Sayangnya, saat banyak orang meminta pertanggungjawaban, Do Kwon justru tak diketahui di mana rimbanya. Ia dikabarkan telah meninggalkan Singapura dan melarikan diri ke Dubai.
Ekosistem Terra hancur pada Mei lalu. Dana investor sebesar lebih dari $40 miliar lenyap hanya dalam beberapa pekan.
Kehancuran Terra menjadi awal dari crypto winter tahun ini. Harga Bitcoin dan kripto lainnya terus anjlok. Beberapa perusahaan ikut bangkrut, seperti Celsius, Voyager, dan Three Arrows Capital.


