3 Sektor Pendorong Adopsi Kripto di Tahun 2026

3 Sektor Pendorong Adopsi Kripto di Tahun 2026
Share :

Kepala Riset Investasi Coinbase, David Duong menyebutkan di tahun 2026 kekuatan pasar kripto akan sedikit bergeser ke sejumlah sektor saja. Ia mengatakan bahwa exchange-traded funds (ETF) kripto, stablecoin, dan tokenisasi aset yang diperkuat oleh regulasi akan menjadi kekuatan dan pendorong adopsi di tahun ini.

Dalam rangkuman akhir tahun yang ia unggah di X pada Rabu, 31 Desember 2025, Duong menjelaskan bahwa sepanjang 2025, ETF spot telah membuka akses kripto yang teregulasi, aset digital mulai digunakan sebagai instrumen baru dalam neraca perusahaan, serta tokenisasi dan stablecoin semakin terintegrasi ke dalam alur kerja inti sistem keuangan.

“Kami memperkirakan kekuatan-kekuatan ini akan semakin terakumulasi pada 2026, seiring proses persetujuan ETF yang makin cepat, stablecoin mengambil peran lebih besar dalam skema delivery-versus-payment (DvP), dan jaminan berbasis token mulai diakui secara lebih luas dalam transaksi keuangan tradisional,” ujar Duong.

Adapun, menurut data dari platform analitik Demand Sage, tingkat adopsi kripto global dalam beberapa tahun terakhir relatif stabil, berada di kisaran 10,3% pada kuartal I 2023 dan 9,9% pada kuartal I 2025.

Regulasi Jadi Kunci Fase Adopsi Institusional Berikutnya

Duong menilai kejelasan regulasi global menjadi salah satu perkembangan paling penting di 2025. Hal ini mendorong transformasi kripto dari pasar niche menjadi salah satu pilar baru infrastruktur pasar global, sekaligus mengubah cara institusi memandang strategi, risiko, dan kepatuhan.

Di Amerika Serikat, fokus kebijakan bergeser ke pengawasan stablecoin dan kejelasan struktur pasar melalui GENIUS Act. Sementara itu, Eropa memperkuat kerangka regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA).

BACA JUGA: Keuntungan Bitcoin Masih Jauh di Atas Emas dalam 10 Tahun Terakhir

“Dampak praktisnya adalah kesiapan operasional yang nyata: adanya pagar kebijakan yang lebih jelas memungkinkan inovasi produk, pendewasaan pasar, serta integrasi jalur kripto ke dalam sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi. Inilah fondasi bagi fase berikutnya dari adopsi institusional,” jelas Duong.

Ia menambahkan bahwa kejelasan kebijakan, arsitektur institusional, dan partisipasi yang lebih luas kini saling bertemu, menjadikan kripto bagian dari inti sistem keuangan. Jika industri mampu menghadirkan produk berkualitas, tata kelola regulasi yang baik, dan desain yang berpusat pada pengguna, maka “gelombang inovasi berikutnya bisa menjangkau semua orang, di mana pun, setiap saat.”

Permintaan Kripto Tak Lagi Bergantung pada Satu Narasi

Berbeda dengan fase awal perkembangan kripto, basis investor kini jauh lebih beragam dan tidak lagi didominasi oleh early adopters. Menurut Duong, masuknya spektrum investor dan pengguna akhir yang lebih luas telah mengubah pola permintaan pasar secara signifikan.

“Permintaan tidak lagi bergantung pada satu narasi tunggal, melainkan mencerminkan interaksi antara faktor makroekonomi, teknologi, dan geopolitik. Semakin banyak investor yang mendasarkan keputusan pada tesis jangka panjang, seiring integrasi kripto ke dalam keuangan arus utama,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, Duong meyakini pergeseran ini akan mendorong arus modal yang lebih stabil dan berkelanjutan, serta mengurangi dominasi aktivitas spekulatif jangka pendek di pasar kripto.