3 Indikator Ini Menujukan Harga Bitcoin Melemah dalam Waktu Dekat

Indikator Harga Bitcoin Melemah
Share :

Portalkripto.com – Harga Bitcoin dalam sebulan terakhir mengalami lonjakan yang cukup besar. Keuntungan yang dibukukan oleh aset kripto terbesar ini mencapai 25%. Di bulan Mei 2025 BTC pun kembali menyentuh harga di atas $100 ribu.

Pergerakan hart BTC ini disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah sentimen makro ekonomi yang memberi sinyal ketegangan perang tarif antara Amerika Serikat dan China kembali mereda.

Saat laporan ini ditulis, Senin, 12 Mei 2025, Bitcoin berada di level $104 ribu, setelah sebelumnya sempat mencicipi $105 ribu beberapa saat setelah Amerika mengumumkan menurunkan tarif import ke China.

Potensi Koreksi Bitcoin

Meskipun reli harga Bitcoin didorong oleh kabar positif dari kesepakatan dagang AS-Tiongkok, sejumlah analis kini mengingatkan bahwa sentimen pasar mulai memasuki fase euforia yang berlebihan. Hal ini meningkatkan risiko koreksi jangka pendek.

Kepala Riset Bitwise di Eropa, André Dragosch, mencatat bahwa berdasarkan rangkuman data di Cryptoasset Sentiment Index milik perusahaan tersebut kini BTC berada di level tertinggi sejak November 2024.

Data historis menunjukkan bahwa puncak sentimen sebelumnya, seperti pada April 2022, Oktober 2023, dan November 2024, selalu diikuti oleh fase koreksi atau konsolidasi harga.

Grafik Bitcoin Mei 2025
The sentiment index by Bitwise

Hal ini menunjukkan bahwa optimisme pasar saat ini mungkin sudah terlalu tinggi, sehingga berpotensi memicu tekanan jual dalam waktu dekat, meskipun prospek jangka panjang Bitcoin tetap kuat.

BACA JUGA: Dominasi Bitcoin Melemah, Tanda Altseason akan Tiba?

Tekanan Jual Mulai Terlihat, Target Koreksi di $100.000

Selain itu, menurut analisa Cointelegraph, indikator RSI harian mengindikasikan kondisi overbought yang mengkhawatirkan. Indikator ini  dapat memicu aksi ambil untung dari trader jangka pendek.

Berdasarkan analisa terhadap grafik harian, level support kuat selanjutnya berada di sekitar $100.000, bertepatan dengan garis Fibonacci retracement 0.786.

Chart Bitcoin
Chart By Cointelegraph, Published 12 May 2025

Jika harga turun menembus level ini, Bitcoin kemungkinan akan menguji support dinamis berikutnya, yaitu Exponential Moving Average (EMA) 20 hari, yang saat ini berada di kisaran $97.385.

Stabilitas Pasar Stablecoin dan Implikasinya terhadap Bitcoin

Stablecoin dianggap sebagai indikator likuiditas penting dalam pasar kripto karena mereka menjadi sarana utama untuk masuk dan keluar dari posisi perdagangan aset digital.

Dalam konteks ini, Stablecoin Supply Ratio (SSR) menjadi indikator penting untuk membaca kekuatan beli di pasar khususnya Bitcoin.

SSR adalah rasio antara kapitalisasi pasar Bitcoin dengan pasokan stablecoin. Rasio yang tinggi menunjukkan pasokan stablecoin rendah dibanding valuasi Bitcoin, artinya tekanan beli rendah dan potensi koreksi meningkat. Sebaliknya, rasio rendah mencerminkan likuiditas tinggi dan potensi beli besar.

Chart BTC SSR
Bitcoin: Stablecoin Supply Ratio (SSR) by CryptoQuant

Berdasarkan chart SSR CryptoQuant, dalam sebulan terakhir, SSR telah meningkat dari 12 menjadi 17. Grafik ini mencerminkan bahwa pasokan stablecoin relatif menurun dibandingkan nilai pasar Bitcoin.

Hal ini menandakan tekanan beli mulai berkurang, sejalan dengan sinyal euforia pasar yang mulai memuncak.

Dengan kondisi pasar yang sangat bergairah dan meningkatnya perhatian terhadap potensi koreksi, investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang matang, baik dengan memantau indikator teknikal seperti RSI dan EMA, maupun indikator fundamental seperti SSR.