Portalkripto.com — Perusahaan investasi raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Securities, berencana untuk meluncurkan pertukaran aset kripto sendiri tahun depan.
Diberitakan media lokal, newspim, Samsung bukanlah satu-satunya perusahaan besar di negara Ginseng tersebut yang berencana mengambil langkah baru di dunia kripto. Enam perusahaan besar lainnya yang terdaftar di bursa, termasuk Mirae Asset Securities, juga memiliki rencana yang sama untuk memiliki platform perdagangan kripto di tahun 2023.
Samsung Securities yang berhubungan langsung dengan sekuritas dilaporkan sudah bekerja sama dengan badan keuangan Korea Selatan untuk mendapatkan lisensi pertukaran. Kerja sama ini sudah berada di tahap akhir.
Anda Juga Bisa Baca Artikel Lain
Setelah Jatuh 20% dalam Sepekan, Pergerakan ETH Masih Bawa Angin Segar
Metaverse, Layu Sebelum Berkembang
Sebelum menjajal dunia sekuritas, Samsung sudah lebih dulu meluncurkan beberapa inisiatif terkait industri kripto dalam satu tahun terakhir. Contohnya mengembangkan fungsi wallet untuk lini smartphone Galaxy-nya serta memproduksi TV yang mendukung token non-fungible (NFT) dan eksposur Cardano (ADA).
Sukses dengan kedua inovasi tersebut, Samsung kemudian merambah pasar exchange dan akan difokuskan pada token keamanan. Sebagai informasi, tahun lalu Samsung sudah mencoba meluncurkan platform perdagangan untuk token keamanan tersebut, tetapi tidak dilanjutkan karena mereka kekuarangna tenaga profesional
Korsel Pro Kripto?Â
Korsel terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki pengawasan yang ketat terhadap industri kripto. Tahun lalu, badan pengatur negara itu melarang lebih dari 60 platform perdagangan aset kripto. Perusahaan-perusahaan ini harus mendaftar dan mematuhi aturan yang ditetapkan oleh FIU, pengawas keuangan lokal terbesar, untuk melakukan kegiatan mereka.
Begitu juga lusinan bursa kripto gagal memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga mereka menutup operasinya tahun lalu. Meskipun demikian, empat bursa kripto terbesar yaitu Upbit, Bithumb, Coinone, dan Korbit sudah leluasa beroperasi setelah mendapatkan izin.
Pemerintah Korsel semakin berhati-hati dan meningkatkan pengawasannya terhadap pasar exchange menyusul runtuhnya ekosistem Terra (LUNA). Salah satu pendiri Terra yaitu Do Kwon yang lahir di Korsel saat ini sedang menjalani penyidikan.
Meski sangat berhati-hati, bukan berarti Korsel tertutup dengan industri kripto. Justru sebaliknya.
Sejak pemerintahan baru yang dipimpin oleh presiden Yoon Suk-Yeol, Korsel di sisi lain memiliki kebijakan yang ramah kripto. Yoon adalah penggemar kripto dan dia berjanji untuk membebaskan pajak atas keuntungan dari investasi kripto.
Dengan rencana kebijakan tersebut, Yoon berharap perusahaan lokal yang dapat meluncurkan bursa mereka sendiri dan mewakili kemajuan besar bagi Korsel untuk menjadi pusat mata uang kripto di Asia.


